February 25, 2021

Mengikat Hikmah

Memungut remah-remah hikmah disekitar kita

Menjemput janji Allah dengan Ilmu

3 min read

Oleh: Suardi

Ternyata sang paman, yang memang guru besar Tafsir Alqur’an tengah mengajarkan. Kuliahlah untuk ilmu. Bukan untuk pekerjaan. Orang yang berilmul dan berimanlah, yang akan diangkat derajatnya oleh Tuhan.

Mengikat Himah – Awal semester ganjil lalu. Tiba-tiba saja penulis tergabung dalam sebuah group WA baru. Anggotanya 15 orang. Para mahasiswa baru prodi komunikasi UIN Suska Riau. Tak lama berselang, seorang mahasiswa menulis chat. Ternyata salah seorang admin group. Ia yang menambahkan saya. “Selamat bergabung pak Suardi. Berdasarkan pengumuman di Prodi, bapak adalah Penasehat Akademik (PA) kami.

Setelah terjadi berbagai obrolan. Menyetujui paket matakuliah mereka ambil.  akhirnya sampai pada kesimpulan. Mereka ingin ketemu langsung. Meminta nasehat pertama dari penulis. Sebagai PA mereka.

Ruangan bapak dimana? Tanya mereka. Sebagai dosen PNS biasa, tentu saja saya tak punya ruangan. Biasanya, hanya numpang di ruangan BMN. Lantai dua gedung Rektorat UIN Suska Riau. Kalau ada tugas menulis berita untuk Web UIN Suska Riau. Kebetulan siang itu, sedang ada tugas menulis berita dari pimpinan. Jadi penulis suruh saja mereka ngumpul disana.

Begitu semua mereka tiba. Jujur saya masih bingung. Nasehat apa yang mesti penulis sampaikan. untuk memecah kebekuan, sambil senyum, akhirnya saya pun menanya mereka satu-satu. Kita santai saja. “sebenarnya, apa tujuan kalian kuliah?”.

Jawaban mereka pun beragam. Ada yang ingin menjadi lebih mapan. Jadi dosen seperti bapak. Bahkan ada yang sejenak, hanya cengengesan. Karena disuruh orang tua pak, ungkapnya malu-malu. Pokoknya, hampir semuanya rata-rata kuliah demi pekerjaan yang dicita-citakan.

Tak sampai disitu. Pertanyaan susulan pun kembali penulis lemparkan. Kali ini terkait pilihan jurusan. Apakah kuliah di komunikasi, memang betul-betul jadi pilihan? Hampir semua mereka terdiam. Bahkan saling berpandangan. Ternyata, sebagain besar mereka mengaku, lulus di komunikasi hanyalah karena kebetulan. Mereka akhirnya terlihat jadi sungkan. Bahkan jurusan Komunikasi itu sendiri pun, mereka tak paham.

Sampai akhirnya, saya ceritakan. Saya pun dulunya lulus di D3 Pers dan Grafika Komunikasi IAIN Susqa, juga karena kebetulan. Mereka pun tertawa cekikikan. Dulu ketika masuk di UIN yang dulunya IAIN, pilihan pertama saya justru prodi manajemen.

Sampai-sampai waktu itu saya minta tolong ke seorang Doktor, menjabat Asisten II Pasca sarjana. Satu kampung. Bahkan sebenarnya paman. untuk di pindahkan ke jurusan manajemen. Apalagi kata teman-teman, ia bisa pindah jurusan. Karena di tolong sang paman.

Saya pun tak mau ketinggalan. Begitu masuk ke ruangan, langsung saya kemukakan. Alasan ingin pindah ke manajemen, agar setamat kuliah saya bisa kerja kantoran. Sang paman pun hanya diam. Sambil terus melanjutkan pekerjaan. akhirnya dengan nada suara pelan ia mengatakan. Bisa jadi kelulusan mu itu, sudah ketetapan Tuhan. Sebelumnya saya tak tau, kalau ternyata kamu ikut ujian, kuliah di IAIN.

Walau berbagai alasan saya kemukakan, ternyata tak cukup meluluhkan hati sang paman. Ia hanya diam. Sampai akhirnya ia mengatakan; kesalahan besar jika kamu berniat kuliah demi bisa kerja kantoran. Saya tak akan tolong kamu untuk di pindahkan.

Meski kulit ku hitam, yang jelas pernyataan terakhirnya rasanya telah membuat muka ku merah padam. Percuma saja punya paman, dalam hatiku sambil keluar meninggalkan ruangan. Sebelum meninggalkan ruangan, yang ku ingat ia sempat berpesan. “kuliah itu untuk menjemput janji Tuhan. Allah telah menjanjikannya dalam Surah al-Mujadalah/58 ayat 11. Pulang nanti, coba kamu lihat dalam Alqur’an”. Pesan sang paman.

Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya hatiku tergerak juga melihat qur’an; 58. Ternyata pada ayat 11 dijelaskan. “Allah Swt akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”

Ternyata sang paman, yang memang guru besar Tafsir Alqur’an tengah mengajarkan. Kuliahlah untuk ilmu. Bukan untuk pekerjaan. Orang yang berilmul dan berimanlah, yang akan diangkat derajatnya oleh tuhan.

Dengan kuliah lebih kepada ilmu, semuanya pun jadi sejalan. Setidaknya saat wisuda membuat sang ibu yang juga kakak perempuan paman di panggil kedepan. Menerima serifikat cumlaude, sebagai lulusan pemuncak tahun 2004 silam.

Walaupun bertahun-tahun sertifikat cumlaude ku hanya jadi pajangan. Namun akhirnya, ternyata Allah mewujudkan. sebuah cita-cita yang semula bagi ku, hanya sekedar impian.***

Penulis: Suardi, M.I.Kom

(Mengajar pada Prodi Komunikasi FDK UIN Suska Riau)

More Stories

1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © mengikat-hikmah | Newsphere by AF themes.